Ana, Nana, dan Kristin Jajaki Melbourne
Selasa, 05/04/2011 | 08:32 WIB
Tiga putri PB Djarum akan turun berlaga di Australian Open Grand Prix Gold 2011 yang akan berlangsung di Melbourne, 5-10 April 2011. Hadapi babak demi babak, Ana Rovita, Maria Kristin Yulianti, dan Fransiska Ratnasari berharap melalui babak pertama dengan baik.
Ana akan memulai perjuangannya dengan melawan lolosan kualifikasi yang nampaknya akan jatuh antara ke tangan Pai Yu Po (Taipei) yang menjuarai Kaohsiung International Challenge 2010, atau Claudia Rivero (Peru) yang menjuarai Colombia Internacional 2010. Tentu saja calon lolosan kualifikasi tersebut tidak sebanding dengan Ana yang selain pernah menjuarai Brazil International Badminton Cup 2010, tetapi juga secara konsisten selalu melaju setidaknya sampai ke perempat final semua turnamen internasional yang pernah ia ikuti, termasuk semifinal di India Grand Prix 2010 dan Indonesia Open Super Series 2010.
Maria Kristin Yulianti juga seharusnya mampu melewati tantangan pertamanya, yakni, sang runner up New Zealand International Challenge pekan sebelumnya, Gu Juan (Singapura). Kematangan permainan Kristin seharusnya masih terlalu kuat untuk dipatahkan Gu Juan.
Yang mendapat tantangan lebih di awal adalah Fransiska Ratnasari (24) yang bertemu unggulan keenam asal Thailand, Porntip Buranaprasertsuk. Porntip adalah semifinalis Korea Open Super Series Premier 2011 dan French Open Super Series 2010, dan mempunyai rapor cukup baik saat berhadapan dengan atlet Indonesia. Ia sebelumnya pernah mengalahkan Maria Febe Kusumastuti, Bealetrix Manuputty, dan Yuan Kartika Putri, walaupun pernah dikalahkan oleh Maria Kristin. Sedangkan, Fransiska Ratnasari atau Nana adalah runner up India International Challenge dan India Grand Prix 2010 serta memiliki “spesialisasi” menundukkan perwakilan Taipei.
Karena perbandingan merata antara Nana dan Porntip, cukuplah sulit untuk menentukan siapa yang akan memenangkan pertarungan tersebut. Hanya saja, karena pengalaman Nana lebih lama daripada Porntip yang lebih muda, diharapkan Nana memiliki mental dan pengalaman strategi yang lebih baik.
Selain mereka bertiga, tim tunggal putri Indonesia juga diwakili oleh Aprillia Yuswandari, Adrianti Firdasari, dan Lindaweni Fanetri, serta dua putri yang memulai perjuangannya dari kotak kualifikasi: Millicent Wiranto dan Melicia Kurniawan.
Dari ganda putri dan campuran, Indonesia seharusnya tidak kesulitan melaju ke babak kedua. Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari di ganda putri seharusnya mampu menang dari pasangan Australia, Verdet Kessler/Kate Wilson-Smith, sedangkan unggulan keenam ganda campuran, Nova Widianto/Vita Marissa diharapkan dapat melewati aral Taipei, Lu Chia Bin/Chiang Pei Hsin. (DC)
Ana akan memulai perjuangannya dengan melawan lolosan kualifikasi yang nampaknya akan jatuh antara ke tangan Pai Yu Po (Taipei) yang menjuarai Kaohsiung International Challenge 2010, atau Claudia Rivero (Peru) yang menjuarai Colombia Internacional 2010. Tentu saja calon lolosan kualifikasi tersebut tidak sebanding dengan Ana yang selain pernah menjuarai Brazil International Badminton Cup 2010, tetapi juga secara konsisten selalu melaju setidaknya sampai ke perempat final semua turnamen internasional yang pernah ia ikuti, termasuk semifinal di India Grand Prix 2010 dan Indonesia Open Super Series 2010.
Maria Kristin Yulianti juga seharusnya mampu melewati tantangan pertamanya, yakni, sang runner up New Zealand International Challenge pekan sebelumnya, Gu Juan (Singapura). Kematangan permainan Kristin seharusnya masih terlalu kuat untuk dipatahkan Gu Juan.
Yang mendapat tantangan lebih di awal adalah Fransiska Ratnasari (24) yang bertemu unggulan keenam asal Thailand, Porntip Buranaprasertsuk. Porntip adalah semifinalis Korea Open Super Series Premier 2011 dan French Open Super Series 2010, dan mempunyai rapor cukup baik saat berhadapan dengan atlet Indonesia. Ia sebelumnya pernah mengalahkan Maria Febe Kusumastuti, Bealetrix Manuputty, dan Yuan Kartika Putri, walaupun pernah dikalahkan oleh Maria Kristin. Sedangkan, Fransiska Ratnasari atau Nana adalah runner up India International Challenge dan India Grand Prix 2010 serta memiliki “spesialisasi” menundukkan perwakilan Taipei.
Karena perbandingan merata antara Nana dan Porntip, cukuplah sulit untuk menentukan siapa yang akan memenangkan pertarungan tersebut. Hanya saja, karena pengalaman Nana lebih lama daripada Porntip yang lebih muda, diharapkan Nana memiliki mental dan pengalaman strategi yang lebih baik.
Selain mereka bertiga, tim tunggal putri Indonesia juga diwakili oleh Aprillia Yuswandari, Adrianti Firdasari, dan Lindaweni Fanetri, serta dua putri yang memulai perjuangannya dari kotak kualifikasi: Millicent Wiranto dan Melicia Kurniawan.
Dari ganda putri dan campuran, Indonesia seharusnya tidak kesulitan melaju ke babak kedua. Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari di ganda putri seharusnya mampu menang dari pasangan Australia, Verdet Kessler/Kate Wilson-Smith, sedangkan unggulan keenam ganda campuran, Nova Widianto/Vita Marissa diharapkan dapat melewati aral Taipei, Lu Chia Bin/Chiang Pei Hsin. (DC)
Berharap Gelar di Negeri Kangguru
Selasa, 05/04/2011 | 08:29 WIB
Preview: Australia Open Grand Prix Gold 2011
Perburuan gelar juara bulutangkis ganti haluan. Konsentrasi pemain kini berpindah ke negeri kangguru, Australia. Negeri yang mempunyai empat musim ini akan menyelenggarakan turnamen bulutangkis dengan kategori Grand Prix Gold, turnamen setingkat di bawah Super Series ini berhadiah total USD 120.000,-.
Di bagian putra, Indonesia mengirimkan sejumlah atlet untuk berlaga pada turnamen yang diselenggarakan di Melbourne, Australia. Andre Kurniawan Tedjono bersama Shesar Hiren Rhustavito mewakili PB Djarum, bersama-sama akan berlomba dengan Adnan Fauzi, Tommy Sugiarto serta Kaizar Bobby Alexander.
Andre yang saat ini berperingkat 59 dunia akan mengawali pertandingan melawan pemain Amerika Serikat Bejorn Seguin. Dari catatan pertemuan keduanya, Australia Open Grand Prix Gold 2011 merupakan pertemuan pertama bagi keduanya. Jika membandingkan peringkat keduanya, semestinya Andre bisa melawati pemain yang juga pernah membela Selandia baru ini. Peringkat pemain Amerika Serikat masih jauh berada di bawah Andre, yakni 116 dunia. Ia pernah dikalahkan beberapa pemain Indonesia. Arief Gifar Ramadhan, pernah mengalahkan pemain yang juga bermain di nomor ganda putra dan campuran ini pada turnamen Auckland International 2009. Jika Andre bisa melewati hadangan pertama, maka di babak kedua kemungkinan akan bertemu unggulan kesepuluh Muhammad Hafiz Hashim asal Malaysia. Saatnya bagi Andre untuk bisa membalas dua kali kekalahan dari pemain Malaysia ini.
Undian kurang menguntungkan didapat Shesar Hiren Rhustavito. Di babak pembuka, ia sudah harus bertemu salah satu pemain unggulan. Hu Yun, pemain asal Hongkong berperingkat 19 dunia dan menempati unggulan ke tiga akan ditantangnya pada babak pertama. Shesar harus bisa menampilkan permainan terbaiknya untuk bisa melawan pemain yang pernah mengalahkan Dionysius Hayom Rumbaka pada turnamen Yonex Sunrise Hongkong Open Super Series 2010 lalu.
Pemain Indonesia lainnya Adnan Fauzi akan mengawali petarungannya dengan menghadapi unggulan keempat belas Mathieu Lo Ying Ping asal Prancis.
Satu-satunya pemain Indonesia yang menempati unggulan, Tommy Sugiarto [9] mengawali turnamen yang akan dimulai pada tanggal 5 April 2011 ini dengan menghadapi Aditya Elango asal India.
Sementara itu Kaizar Bobby Alexander harus merangkak dari babak kualifikasi untuk bisa berlaga di babak utama.
Satu-satunya pasangan ganda campuran yang mewakili Indonesia, Nova Widianto/Vita Marissa menempati unggulan keenam. Berada di pool atas bersama dengan unggulan utama, Nova/Vita akan bertemu dengan pasangan China Taipei Chia Bin Lu/Pei Hsin Chiang. Diprediksi pasangan ini akan bertemu dengan unggulan utama Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam di babak perempat final. (AR)
PB Djarum tidak henti-hentinya mencetak pemain handal buat Indonesia. Ini terlihat dari talenta-talenta muda berbakat yang dibina nya. Ryan Fajar Satrio salah satu harapan masa depan binaan PB Djarum tersebut. Pemain kelahiran Jakarta, 4 September 1994 ini baru saja menancapkan kakinya sebagai salah satu yang terbaik di kelompok taruna dengan menjuarai Djarum Sirkuit Nasional Palangkaraya yang digelar tanggal 22-26 Maret 2011.
Keberhasilan Ryan merengkuh juara kali ini, merupakan yang pertama kali dalam kiprahnya di kelompok taruna. Ia berhasil membayar kepercayaan klubnya saat PB Djarum tidak menurunkan andalan lainnya yang menjadi langganan juara seperti Riyanto Subagja, Arief Gifar Ramadhan dan Shesar Hiren Rhustavito. Kemenangan ini sangat berarti bagi karir Ryan selanjutanya. “Akhirnya bisa menang, latihan selama ini terbayar, tetapi harus kembali latihan lagi karena masih banyak kejuaraan lain yang menunggu,” papar Ryan
Menuju Juara
Ryan yang merupakan unggulan 5/8 memulai babak pertama dengan mengalahkan Dwi Indaryanto (Pelatprov DKI Jakarta) 21-11, 21-6. Kemudian Abraham Yoga dari PB Mutiara Bandung menjadi korban Ryan berikutnya. Ryan harus berjuang tiga set untuk menang dengan 19-21, 21-15 dan 21-13. “Dia memang di game pertama terbawa tempo lawannya, jadi tertekan dan nggak bisa balik menekan,” ungkap Agung Susilo, asisten pelatih PB Djarum yang mengamati pertandingan tersebut.
Di babak ketiga, Ryan menang mudah atas Syaiful (PB Putra Seruan) 21-9, 21-9. Lawan berat kembali dihadapi Ryan dibabak perempat final. Ia menantang unggulan 3/4, Agi H.S dari PB Surya Baja. Ryan harus berjuang tiga set dan menang dengan 21-14, 15-21 dan 21-8. Babak semi final pun dimainkan dihari yang sama. Lawan yang dihadapi adalah sesama unggulan 5/8 Fikri Ihsandi (PB Tangkas Alfamart). Fikri maju ke semi final setelah mengalahkan unggulan utama dari PB Djarum Kho Henrikho Wibowo. Ryan pun berhasil membalaskan kekalahan Kho dan menang atas Fikri dua set langsung 21-18, 21-15.
Partai puncak cukup menegangkan buat Ryan. Animo besar dari penonton sempat mempengaruhinya dalam melakoni babak final melawan Setyaldi dari PB Guna Dharma. Ryan sempat mengalami kekalahan di babak pertama dengan skor 11-21. “Game pertama memang masih tegang, dan belum panas jadi banyak kehilangan angka,” papar Ryan. Gelar juara akhirnya jatuh ke tangan Ryan setelah memenangkan dua set berikutnya 21-13 dan 21-18.
Keberhasilan menjuarai Sirnas edisi perdana tahun 2011 merupakan awal yang menggembirakan buat Ryan. Namun ia bersiap untuk tantangan yang tentu semakin berat. Ryan telah berlatih kembali dan siap untuk meraih gelar berikutnya. (HK)
Perburuan gelar juara bulutangkis ganti haluan. Konsentrasi pemain kini berpindah ke negeri kangguru, Australia. Negeri yang mempunyai empat musim ini akan menyelenggarakan turnamen bulutangkis dengan kategori Grand Prix Gold, turnamen setingkat di bawah Super Series ini berhadiah total USD 120.000,-.
Di bagian putra, Indonesia mengirimkan sejumlah atlet untuk berlaga pada turnamen yang diselenggarakan di Melbourne, Australia. Andre Kurniawan Tedjono bersama Shesar Hiren Rhustavito mewakili PB Djarum, bersama-sama akan berlomba dengan Adnan Fauzi, Tommy Sugiarto serta Kaizar Bobby Alexander.
Andre yang saat ini berperingkat 59 dunia akan mengawali pertandingan melawan pemain Amerika Serikat Bejorn Seguin. Dari catatan pertemuan keduanya, Australia Open Grand Prix Gold 2011 merupakan pertemuan pertama bagi keduanya. Jika membandingkan peringkat keduanya, semestinya Andre bisa melawati pemain yang juga pernah membela Selandia baru ini. Peringkat pemain Amerika Serikat masih jauh berada di bawah Andre, yakni 116 dunia. Ia pernah dikalahkan beberapa pemain Indonesia. Arief Gifar Ramadhan, pernah mengalahkan pemain yang juga bermain di nomor ganda putra dan campuran ini pada turnamen Auckland International 2009. Jika Andre bisa melewati hadangan pertama, maka di babak kedua kemungkinan akan bertemu unggulan kesepuluh Muhammad Hafiz Hashim asal Malaysia. Saatnya bagi Andre untuk bisa membalas dua kali kekalahan dari pemain Malaysia ini.
Undian kurang menguntungkan didapat Shesar Hiren Rhustavito. Di babak pembuka, ia sudah harus bertemu salah satu pemain unggulan. Hu Yun, pemain asal Hongkong berperingkat 19 dunia dan menempati unggulan ke tiga akan ditantangnya pada babak pertama. Shesar harus bisa menampilkan permainan terbaiknya untuk bisa melawan pemain yang pernah mengalahkan Dionysius Hayom Rumbaka pada turnamen Yonex Sunrise Hongkong Open Super Series 2010 lalu.
Pemain Indonesia lainnya Adnan Fauzi akan mengawali petarungannya dengan menghadapi unggulan keempat belas Mathieu Lo Ying Ping asal Prancis.
Satu-satunya pemain Indonesia yang menempati unggulan, Tommy Sugiarto [9] mengawali turnamen yang akan dimulai pada tanggal 5 April 2011 ini dengan menghadapi Aditya Elango asal India.
Sementara itu Kaizar Bobby Alexander harus merangkak dari babak kualifikasi untuk bisa berlaga di babak utama.
Satu-satunya pasangan ganda campuran yang mewakili Indonesia, Nova Widianto/Vita Marissa menempati unggulan keenam. Berada di pool atas bersama dengan unggulan utama, Nova/Vita akan bertemu dengan pasangan China Taipei Chia Bin Lu/Pei Hsin Chiang. Diprediksi pasangan ini akan bertemu dengan unggulan utama Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam di babak perempat final. (AR)
Rangga dan Jordan Ke Kelas Dewasa
Selasa, 05/04/2011 | 08:27 WIB
Djarum Sirkuit Nasional Bengkulu
Jakarta - Pemain-pemain PB Djarum siap meramaikan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bengkulu. Pasangan ganda taruna putra PB Djarum, Praveen Jordan dan Rangga Yave Rianto harus rela untuk tidak lagi bermain bersama. Rangga dipasangkan dengan Seiko Wahyu, sedangkan Praveen diduetkan dengan Didit Juang Indiarto.
Rangga sendiri mengutarakan kesiapannya untuk mengarungi kelas barunya. Kendati dirasa berat, dirinya sama sekali tidak merasa takut. Tahun lalu, ia berhasil menjadi pasangan paling ditakuti di kelas taruna, ia pun hafal betul kerasnya pertarungan di kelas ini.
“Taruna sama dewasa pasti beda tingkat persaingannya,” papar Rangga.
Di babak pertama, Rangga/Seiko akan berhadapan dengan M Jeffrey A Chandra/S Nur Iksan dari PB Anggrek Bengkulu. Di babak kedua, mereka akan bersua dengan pasangan Achmad Rivai/Devin Lahardi. Di babak 16 besar mereka sepertinya akan ditunggu oleh sang senior, Yoga Uki Kasah dari PB SGS PLN yang berpasangan dengan Yonathan Suryatama Dasuki dari PB Djarum.
“Di babak 16 besar memang sudah akan berat, tapi saya akan berusaha sebaik mungkin,” lanjutnya.
Sementara Didit/Praveen akan ditantang M Amin/Suryandra Saputra dari Bengkulu Utara di babak pertama. Sepertinya hambatan baru akan datang di babak ketiga, dimana kemungkinan besar mereka akan bersua dengan Hardianto/Ivandi Danang dari PB Mutiara. Jika mulus ke perempat final, Fernando Kurniawan/Wifqi Windarto akan menanti.
Sedangkan pasangan muda PB Djarum lainnya, Dandi Prabudita/Jones Ralfy Jansen diunggulkan ditempat kedua, dan mereka mendapat bye untuk babak pertama. Perjalanan menanjak mereka akan dimulai di babak ketiga, saat harus bersua dengan Erwin Wihardi/Hendra Mulyono (CWIBC/PB Djarum). Tumpuan PB Djarum lainnya terletak pada pundak Darmiko/Ferdian Fascal yang diunggulkan ditempat 3/4.
Pertarungan pun akan semakin seru, mengingat ada beberapa nama asal PB Djarum yang juga bermain. Rendra Wijaya/Rian Sukmawan sepertinya telah siap untuk mengumbar ancaman,mengingat catatan baik mereka di Djarum Sirnas Palangkaraya. Ada pula Albert Saputra/Rizky Yanu Kresnayandi yang diunggulkan di urutan teratas. Kerasnya pertarungan di ganda dewasa putra akan menjadi hiburan tersendiri bagi publik Bengkulu. (IR)
Jakarta - Pemain-pemain PB Djarum siap meramaikan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bengkulu. Pasangan ganda taruna putra PB Djarum, Praveen Jordan dan Rangga Yave Rianto harus rela untuk tidak lagi bermain bersama. Rangga dipasangkan dengan Seiko Wahyu, sedangkan Praveen diduetkan dengan Didit Juang Indiarto.
Rangga sendiri mengutarakan kesiapannya untuk mengarungi kelas barunya. Kendati dirasa berat, dirinya sama sekali tidak merasa takut. Tahun lalu, ia berhasil menjadi pasangan paling ditakuti di kelas taruna, ia pun hafal betul kerasnya pertarungan di kelas ini.
“Taruna sama dewasa pasti beda tingkat persaingannya,” papar Rangga.
Di babak pertama, Rangga/Seiko akan berhadapan dengan M Jeffrey A Chandra/S Nur Iksan dari PB Anggrek Bengkulu. Di babak kedua, mereka akan bersua dengan pasangan Achmad Rivai/Devin Lahardi. Di babak 16 besar mereka sepertinya akan ditunggu oleh sang senior, Yoga Uki Kasah dari PB SGS PLN yang berpasangan dengan Yonathan Suryatama Dasuki dari PB Djarum.
“Di babak 16 besar memang sudah akan berat, tapi saya akan berusaha sebaik mungkin,” lanjutnya.
Sementara Didit/Praveen akan ditantang M Amin/Suryandra Saputra dari Bengkulu Utara di babak pertama. Sepertinya hambatan baru akan datang di babak ketiga, dimana kemungkinan besar mereka akan bersua dengan Hardianto/Ivandi Danang dari PB Mutiara. Jika mulus ke perempat final, Fernando Kurniawan/Wifqi Windarto akan menanti.
Sedangkan pasangan muda PB Djarum lainnya, Dandi Prabudita/Jones Ralfy Jansen diunggulkan ditempat kedua, dan mereka mendapat bye untuk babak pertama. Perjalanan menanjak mereka akan dimulai di babak ketiga, saat harus bersua dengan Erwin Wihardi/Hendra Mulyono (CWIBC/PB Djarum). Tumpuan PB Djarum lainnya terletak pada pundak Darmiko/Ferdian Fascal yang diunggulkan ditempat 3/4.
Pertarungan pun akan semakin seru, mengingat ada beberapa nama asal PB Djarum yang juga bermain. Rendra Wijaya/Rian Sukmawan sepertinya telah siap untuk mengumbar ancaman,mengingat catatan baik mereka di Djarum Sirnas Palangkaraya. Ada pula Albert Saputra/Rizky Yanu Kresnayandi yang diunggulkan di urutan teratas. Kerasnya pertarungan di ganda dewasa putra akan menjadi hiburan tersendiri bagi publik Bengkulu. (IR)
Jenna Gozali/Komala Dewi Raih Runner-up
Senin, 04/04/2011 | 08:30 WIB
Vietnam Challenge 2011
Harapan pasangan ganda putri Jenna Gozali/Komala Dewi untuk bisa meraih gelar juara untuk pertama kalinya, akhirnya pupus. Mesti telah melalui perjalanan panjang dari babak awal, pasangan masa depan Indonesia ini harus mengakui ketangguhan pasangan dari Korea Selatan Hoi Hye In/Lee Se Rang pada partai puncak.
Pada babak final yang dilangsungkan pada hari Minggu (3/4), Jenna Gozali/Komala Dewi harus bermain panjang selama satu jam. Set pertama unggulan keenam ini bisa merebutnya dengan 21-15. Sayangnya di set kedua, pasangan yang baru di satukan ini menyerah dengan 10-21. Pada set penentuan kembali pasangan Indonesia ini harus mengakui keuletan pasangan Korea Selatan dan menyerah dengan 13-21. Meski gagal meraih gelar juara, namun usaha yang telah dilakukan Jenna/Komala ini patut diberi apresiasi yang positif. Permainan gigih dan pantang menyerah telah di peragakan oleh pasangan ini. Dan paling tidak Indonesia telah mempunyai satu pasang bibit handal di ganda putri .
Di bagian tunggal, pebulutangkis Malaysia Tee Jing Yi akhirnya bisa berdiri di podium kehormatan sebagai juara. Menghadapi pemain Thailand Sapsiree Taerattanachai yang sama-sama muda, Tee Jing Yi bisa unggul dalam dua set dengan 21-19, 21-15.
Thailand akhirnya bisa membawa satu gelar juara melalui ganda campuran. Chalardchalaem Patipat/Amitapai Savitree merebut gelar setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Kang Ji Wook/Choi Hye In. Unggulan utama ganda campuran ini menang rubber set dengan 21-19, 20-22, 23-21
Hasil Final :
Tunggal Putri : Tee Jing Yi (MAS) – Sapsire Taerattanachai : 21-19, 21-15
Ganda Putri : Hoi Hye In/Lee Se Rang (KOR) - Jenna Gozali/Komala Dewi (INA) : 15-21, 21-10, 21-13
Ganda Campuran : Chalardchalaem Patipat/Amitapai Savitree (THA) - Kang Ji Wook/Choi Hye In (KOR) : 21-19, 20-22, 23-21
(AR)
Harapan pasangan ganda putri Jenna Gozali/Komala Dewi untuk bisa meraih gelar juara untuk pertama kalinya, akhirnya pupus. Mesti telah melalui perjalanan panjang dari babak awal, pasangan masa depan Indonesia ini harus mengakui ketangguhan pasangan dari Korea Selatan Hoi Hye In/Lee Se Rang pada partai puncak.
Pada babak final yang dilangsungkan pada hari Minggu (3/4), Jenna Gozali/Komala Dewi harus bermain panjang selama satu jam. Set pertama unggulan keenam ini bisa merebutnya dengan 21-15. Sayangnya di set kedua, pasangan yang baru di satukan ini menyerah dengan 10-21. Pada set penentuan kembali pasangan Indonesia ini harus mengakui keuletan pasangan Korea Selatan dan menyerah dengan 13-21. Meski gagal meraih gelar juara, namun usaha yang telah dilakukan Jenna/Komala ini patut diberi apresiasi yang positif. Permainan gigih dan pantang menyerah telah di peragakan oleh pasangan ini. Dan paling tidak Indonesia telah mempunyai satu pasang bibit handal di ganda putri .
Di bagian tunggal, pebulutangkis Malaysia Tee Jing Yi akhirnya bisa berdiri di podium kehormatan sebagai juara. Menghadapi pemain Thailand Sapsiree Taerattanachai yang sama-sama muda, Tee Jing Yi bisa unggul dalam dua set dengan 21-19, 21-15.
Thailand akhirnya bisa membawa satu gelar juara melalui ganda campuran. Chalardchalaem Patipat/Amitapai Savitree merebut gelar setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Kang Ji Wook/Choi Hye In. Unggulan utama ganda campuran ini menang rubber set dengan 21-19, 20-22, 23-21
Hasil Final :
Tunggal Putri : Tee Jing Yi (MAS) – Sapsire Taerattanachai : 21-19, 21-15
Ganda Putri : Hoi Hye In/Lee Se Rang (KOR) - Jenna Gozali/Komala Dewi (INA) : 15-21, 21-10, 21-13
Ganda Campuran : Chalardchalaem Patipat/Amitapai Savitree (THA) - Kang Ji Wook/Choi Hye In (KOR) : 21-19, 20-22, 23-21
(AR)
Raih Gelar Perdana di Taruna
PB Djarum tidak henti-hentinya mencetak pemain handal buat Indonesia. Ini terlihat dari talenta-talenta muda berbakat yang dibina nya. Ryan Fajar Satrio salah satu harapan masa depan binaan PB Djarum tersebut. Pemain kelahiran Jakarta, 4 September 1994 ini baru saja menancapkan kakinya sebagai salah satu yang terbaik di kelompok taruna dengan menjuarai Djarum Sirkuit Nasional Palangkaraya yang digelar tanggal 22-26 Maret 2011.
Keberhasilan Ryan merengkuh juara kali ini, merupakan yang pertama kali dalam kiprahnya di kelompok taruna. Ia berhasil membayar kepercayaan klubnya saat PB Djarum tidak menurunkan andalan lainnya yang menjadi langganan juara seperti Riyanto Subagja, Arief Gifar Ramadhan dan Shesar Hiren Rhustavito. Kemenangan ini sangat berarti bagi karir Ryan selanjutanya. “Akhirnya bisa menang, latihan selama ini terbayar, tetapi harus kembali latihan lagi karena masih banyak kejuaraan lain yang menunggu,” papar Ryan
Menuju Juara
Ryan yang merupakan unggulan 5/8 memulai babak pertama dengan mengalahkan Dwi Indaryanto (Pelatprov DKI Jakarta) 21-11, 21-6. Kemudian Abraham Yoga dari PB Mutiara Bandung menjadi korban Ryan berikutnya. Ryan harus berjuang tiga set untuk menang dengan 19-21, 21-15 dan 21-13. “Dia memang di game pertama terbawa tempo lawannya, jadi tertekan dan nggak bisa balik menekan,” ungkap Agung Susilo, asisten pelatih PB Djarum yang mengamati pertandingan tersebut.
Di babak ketiga, Ryan menang mudah atas Syaiful (PB Putra Seruan) 21-9, 21-9. Lawan berat kembali dihadapi Ryan dibabak perempat final. Ia menantang unggulan 3/4, Agi H.S dari PB Surya Baja. Ryan harus berjuang tiga set dan menang dengan 21-14, 15-21 dan 21-8. Babak semi final pun dimainkan dihari yang sama. Lawan yang dihadapi adalah sesama unggulan 5/8 Fikri Ihsandi (PB Tangkas Alfamart). Fikri maju ke semi final setelah mengalahkan unggulan utama dari PB Djarum Kho Henrikho Wibowo. Ryan pun berhasil membalaskan kekalahan Kho dan menang atas Fikri dua set langsung 21-18, 21-15.
Partai puncak cukup menegangkan buat Ryan. Animo besar dari penonton sempat mempengaruhinya dalam melakoni babak final melawan Setyaldi dari PB Guna Dharma. Ryan sempat mengalami kekalahan di babak pertama dengan skor 11-21. “Game pertama memang masih tegang, dan belum panas jadi banyak kehilangan angka,” papar Ryan. Gelar juara akhirnya jatuh ke tangan Ryan setelah memenangkan dua set berikutnya 21-13 dan 21-18.
Keberhasilan menjuarai Sirnas edisi perdana tahun 2011 merupakan awal yang menggembirakan buat Ryan. Namun ia bersiap untuk tantangan yang tentu semakin berat. Ryan telah berlatih kembali dan siap untuk meraih gelar berikutnya. (HK)




